Koreksi Harga Kantor Virtual Tak Terlalu Besar

1324310shutterstock-59555425780x390

JAKARTA, KOMPAS.com – Berlebihnya suplai ruang perkantoran di kawasan bisnis terpadu (CBD) Jakarta mengakibatkan koreksi harga dengan besaran 10 hingga 20 persen.

Kondisi tersebut juga terjadi pada bisnis perkantoran virtual. Salah satu yang terkena dampak adalah Regus.

Country Manager Regus Indonesia Andy Harsanto menyatakan pihaknya terpapar kondisi koreksi harga pasar saat ini.

“Ya kami sih selalu mengikuti harga pasar karena kelebihan kami kan kompetitif dengan perkantoran konvensional,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (18/11/2016).

Meski begitu, Andy mengakui bahwa Regus tak hanya menjual ruang perkantoran virtual dan co-working space sehingga menjadikannya pembeda dengan perkantoran tradisional.

Hal itu yang kemudian membuat Regus tetap mengikuti harga pasar tanpa melakukan koreksi harga secara besar-besaran.

Di Regus, semua produk layanan jasanya dibanderol dengan harga Rp 239.000 per orang per bulan.

Harga tersebut termasuk fasilitas manajemen kantor seperti ketersediaan cleaning service, resepsionis, dan sebagainya.

“Kami kan nggak hanya jual sewa kantornya tapi juga layanan-layanan di dalamnya, kami punya jaringan, nilai tambah, layanan, aplikasi buat mencari tempat kami. Itu kan tidak murah, investasinya maha sekali serta sudah stabil banget,” jelas Andy.

Dengan kelebihan tersebut, ada beberapa pihak yang sadar dengan harganya namun Regus menjadikannya sebagai opsi dan pilihan untuk mereka.

“Kami tetap ada pasar tersendiri lah untuk layanan kami,” pungkas dia.

source : http://properti.kompas.com

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *